PENJELAJAHAN UJI PRESTASI ANGGOTA PMR SMPN 1 WEDARIJAKSA

Posted by Kang Guru Jumat, 27 Maret 2015 0 komentar
PENJELAJAHAN UJI PRESTASI ANGGOTA PMR SMPN 1 WEDARIJAKSA
SMP Negeri 1 Wedarijaksa pada tanggal 20-22 Maret 2015, mengadakan Kemah Pelantikan PMR tingkat madya yang sangat seru dan menarik.Ini yang menjadi pertama kali diadakan kemah di SMP N 1 Wedarijaksa.Di kemah ini banyak cerita dan kenagan yang tak kan terlupakan. Terlebih pada regu kami (Regu Hitam) yang anggotanya lucu, imut,unyuk unyuk, dan hebat!  Pengen tau siapa saja anggotanya ??? Ini dia :

Alfin Nur Hidayatullah, dia adalah ketua regu kami yang sangat tegas, ramah, bijaksana, dan lucu.

Galang Dwi Prakoso, adalah saya yang menulis artikel ini, hehehe.

Khoirin Winta, dia yang memasak makan siang kami yang enak+full kenyang.

Nurul Khamidah, dia anggota regu kami yang imut, cerewet dan suka ngemil akan tetapi dia adalah anak yang disiplin.

Septina Kurniawati, dia sangat membantu memotivasi regu kami untuk bersemangat melaksanakan penjelajahan.

Shofia Raihana Salwa, sang koki regu kami, yang memasak makan malam+yang menghabiskan.

Annisa Fitri Salsadilla,dia yang menghibur kami dengan suara cemprengnya, wkwkwkwk.  

Jeprian Al imam Wardani, rekan kami yang humoris tapi juga bersemangat dalam melaksanakan penjelajahan.

Rahma Apriliana,anggota kelompok kami yang pendiam tapi cerdas.
Nah itu tadi anggota kelompok hitam.

Kemah PMR ini punya cerita yang menarik bagi regu kami. Kami diberi tantangan kak pembina untuk berjelajah di alam terbuka.  Saat-saat yang paling menyenangkan dan yang paling seru adalah saat Penjelajahan Uji Prestasi PMR SPENZARIE.Pertamanya kami melewati Desa Panggungroyom dan harus mencari Pos 1.Saat sudah sampai di Pos 1 kami ditugaskan untuk mengerjakan soal.Kami mengerjakan soal hanya diberikan waktu 10 menit.Setelahselesai kami bergegas menuju Pos 2A,di situ kami di tugaskan untuk membuat drakbar dan harus memakai masker  dengan batas waktu  yang tidak di tentukan.Setelah selesai kami ditugaskan untuk membawa salahsatu korban  menuju ke Pos 2B.Kemudian kami bergegas pergi ke Pos 3,di sana kami mendapat tugas untuk membuat yel-yel beserta gerakannya.Mulanya kami bingung harus membuat yel-yel seperti apa tetapi,kemudian kami berhasil walau mungkin agak tidak bagus,mungkin karena kami membuatnya dengan waktu yang singkat.Setelah selesai kami pergi kePos 4,disana kami ditugaskan untuk menuruni sungai dan menaiki sungai,serta kami juga harus memakai sarung tangan.Walaupun sungai itu dangkal tetapi,air dingin!!!!.Setelah selesai kami pergi kePos 5,di sana kami tidak di tugaskan melainkan kami membersihkan diri disana.Setelah selesai kami bergegas untuk kembali ke Perkampungan PMR SPENZARIE.Dengan rasa lelah,letih,dan haus,kami berjalan untuk segera ke sana dan istirahat.Setelah sampai di Perkampungan PMR SPENZARIE kami istirahat sejenak.Kemudian kami memasak bersama-sama untuk makan siang.

Itulah cerita kami dari ReguHitam sangat seru bukan!.Kisah ini tidakakan pernah kami  lupakan sepanjang hidup kami.Disana kami belajar banyak hal mulai dari tahu cara pengobatan,alat-alat pengobatan,perawatan keluarga,pertolonganpertama dan menumbuhkan rasa sosial,kemanusiaan dan lain-lain.Semoga kisah kami ini dapat menjadi salah satu alasan kita ingin sekolah di SMP N 1 WEDARIJAKSA.

Penulis : Galang Dwi Prakoso
Sekretaris OSIS SMPN 1 Wedarijaksa

Baca Selengkapnya ....

Perahu Gethek

Posted by Kang Guru 0 komentar


Iksan Sunaryo Perahu Gethek
Sore itu cuaca cerah, matahari masih tampak memandang bumi dengan keceriaannya, alam bebas dan hamparan pantai yang luas menambah indahnya alam dunia ini. Ditepi pantai yang ramah ombaknya, terdapat sebuah pemukiman warga dari suku Trojan. Hiduplah seorang pemuda biasa, dengan tubuh semampai dengan muka manis, “sun” warga masyarakat memanggilnya. Sesuai keterangan ibunya dia diberi nama sun, karena ia lahir dibawah teriknya matahari disiang hari. Dengan nama itu orang tuanya mengaharapkan kelak “sun” bisa menjadi pemuda yang mampu menerangi seluruh warga Suku Trojan dan membawa nama baik keluarga kakek buyutnya.

Sejak kecil “sun” hidup mandiri meskipun sebenarnya kebutuhan hidupnya dapat tercukupi di keluarga. Akan tetapi dia lebih suka pergi melaut untuk mencari ikan dan mencari pengalaman hidup, dan seluruh masyarakat juga sudah akrab dengan kepiawaian “sun” dalam mengarungi samudra di teluk Arafie, selat Pucung Kerep Sumatra Utara. Setelah ia selesai melaut, ia langsung pulang dan membersihkan pakaian serta badannya untuk selanjutnya pergi ke Surau menyerukan Adzan Magrib. Suaranya yang khas dan merdu menjadi sahabat akrab ditelinga para warga untuk berduyun-duyun shalat berjama’ah di surau bersama Kyai Ali, Tokoh agama yang terpandang di daerah suku Trojan.

Sinar mentari di pagi hari sudah menampakkan senyumannya. Pagi itu semua orang sibuk untuk menyiapkan perolehan hasil tangkapan ikan semalam. Tetapi di mata “sun” ada sedikit yang berbeda. Pagi itu dia melihat seorang wanita yang sebelumnya belum pernah ia temui. Siapa gerangan gadis itu?, “annis” panggil mak cik supi’ah istri Kyai Ali. Ternyata gadis itu adalah saudara Kyai Ali yang berkunjung ke sini. Namanya Annis, gadis itu manis, berkulit putih, banyak tertawa dan berjilbab rapi. Tidak ada satu wargapun yang berbusana seperti dia, dilihat dari pakaian yang dikenakan tentu dia bukan anak orang biasa, dan setelah “sun” bertanya dengan mak cik supi’ah memang benar bahwa dia Annis putri tunggal pengusaha kayu terbesar di Sumatra.

Karena Annis berkunjung ke Trojan untuk penelitian Tugas Akhir Kuliyahnya, maka dari itu Kyai Ali memperkenalkan Annis dengan “sun” agar semua tugas dan kebutuhan Annis dapat terpenuhi, terlebih Sun pemuda yang paling paham dengan seluk beluk Trojan. Annis menjelaskan beberapa kebutuhannya tentang penelitiannya di sini, di antaranya tentang ketertarikannya terhadap katak Trojan yang mempunyai tekstur warna yang indah dan bermacam-macam. Annis sendiri belum begitu tahu dan membuktikan hal ini, karena dia mendapatkan informasi dari Dosen pembimbingnya Ir. Suri yang dulu pernah berkunjung ke Trojan. Sun langsung tanggap dengan beberapa arahan Annis, meskipun Sun sendiri hanya sekolah sampai SR (Sekolah Rakyat), tetapi dia cukup pandai dan cerdas, apalagi ini tentang alam.

Untuk mendapatkan dokumentasi dan pembuktian yang jelas, maka Sun mengajak Annis ketempat rawa-rawa di semenanjung pantai Trojan. Untuk ke sana dibutuhkan Perahu sedang yang dikayuh dengan kayu biasa, karena alam itu masih terjaga keasliannya, para wargapun tidak berani merusak ekosistem yang ada disana dengan perahu besar dan perusak binatang kecil. Setelah melewati hutan bakau yang berakar tunggang, kapal yang mereka tumpangi bocor karena tertusuk akar bakau yang besar. Annis mulai panik, apalagi air mengalir begitu cepat masuk lubang kapal yang bolong. Annis berteriak Tolong-tolong!!,, Sun dengan sigapnya berusaha mengeluarkan air dari dalam kapal, serta berusaha menutup dengan kaos yang ia kenakan. Tetapi karna beban yang berat serta kayu kapal yang rapuh semua itu sia-sia ia lakukan. Karena takut Annis akan jatuh, akhirnya Sun turun kedalam air dan berusaha menyelamatkan Annis berenang ketepi rawa-rawa. Habis sudah harapan Annis untuk sampai ke rawa kodok yang sebenarnya jaraknya tinggal sedikit lagi. Melihat situasi yang semacam itu Sun langsung bangkit dari duduknya dan mencari potongan bambu-bambu yang ada disekitar rawa, untungnya parang yang tajam selalu terikat dipinggang Sun, sehingga semua urusan pertukangan dapat teratasi.

Tidak lama,, tiba-tiba Sun memanggil Annis yang tampak murung dan sedih. Annis... Ayo kita lanjutkan perjalanan!!.. Annis sangat terkejut ketika dihadapan Sun ada Perahu gethek yang siap untuk ditumpangi. Dengan senang dan tampak sumpringah Annis langsung menghampiri perahu gethek yang indah dan nyaman itu. Tanpa disuruh Annis langsung duduk didepan dan mengomando bak perwira kapal, Ayo Jalan,, cepat... Sun langsung menjalankan kapal dengan kayuh perahu yang terselamatkan.

Akhirnya sampailah pada tempat yang mereka tuju, rawa katak,, sungguh pemandangan yang sangat indah. Seperti sulit dipercaya, disana terdapat ratusan katak yang berwarna warni, semua menyerukan suara merdu dan indah. Annis tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan Foto untuk di dokumentasikan. Ia juga meminta izin kepada Sun untuk mengambil 1 katak untuk dipelihara dan dibawa pulang ke rumahnya. Untuk lebih nyaman mengerjakan tugasnya, Sun membawa Annis ke sebuah gubuk kecil di atas rawa katak, agar lebih santai menyelesaikan tugasnya. Tetapi setelah sampai di dekat Gubug Annis menolaknya, karena kaki Annis kotor, sedangkan Gubungnya bersih. Karena melihat hal itu, Sun langsung mengambilkan air dan berusaha membersihkan kaki Annis. Annis jadi kebingungan ketika Sun dengan tiba-tiba membersihkan kakinya, hanya ucapan “terima kasih” dengan sedikit malu di ucapkan pelan, Sunpun juga menjawab sama-sama neng, tidak apa-apa kok, sekalian biar aku saja yang basah.

Siangpun menyingsing, terik matahari sudah nampak terlihat, sebenarnya Sun tidak tega untuk mengajak Annis pulang, karena nampaknya dia betah disitu, tetapi Kyai Ali tadi sudah mewanti-wanti jangan sampai sore, karena Annis akan dijemput orang tuanya bak’dal asyar. Akhirnya Sun mengajak Annis untuk kembali ke rumah Kyai Ali, dan sebelum Sun pulang,, Annis menyampaikan ucapan terimakasihnya karena sudah menunjukkan tempat terindah yang kali pertama ia jumpai didunia ini. Serta kenangan “Perahu Gethek” penyelamat dan kenangan tak terlupakan seumur hidupnya. Karena Annis harus pulang ke Sumatra sebagai ucapan terimakasih, Annis memberikan sebuah tasbih kepada Sun, dan berpesan”tolong dijaga ya tasbihnya” ini tasbih dari surga, kelak aku akan kembali ke sini lagi. Terimakasih ya....

Sejak saat itu Sun, lebih sering mengunjungi rawa katak, sambil membawa tasbih surga milik Annis...

Baca Selengkapnya ....

Bos dan Babu

Posted by Kang Guru 0 komentar


Iksan Sunaryo Bos dan Babu
Pagi itu Mr. Nashi, pengusaha asal Korea yang berhasil di Indonesia tampak pagi-pagi sudah berangkat ke kantor. Dia ini memang berdarah asli korea, akan tetapi sejak kecil dia sudah hidup dan berada di Indonesia, sehingga faham sekali dan fasih berbahasa Indonesia. Awalnya dia meniti karir dari 0, dengan usaha dan moment keberuntungannya selama ini, “bak kuda hitam” dia mampu menerobos ruang dan waktu untuk mewujudkan impian terbesarnya, yakni membuat pabrik dan lapangan usaha untuk masyarakat di daerahnya. Tidak berlangsung lama + 5 tahun bergelut dengan dunia usaha akhirnya semua terwujud begitu saja, Pabrik makanan siap saji dengan model baru, mampu memasyarakat di lidah masyarakat Indonesia. Bahkan dalam perkembangannya setelah mengadakan promo 3 bulan keluar negeri permintaan konsumen dari berbagai negara meningkat drastis. Makanan siap saji dengan bentuk baru ini mampu meraih pasar internasional.

Sehingga Mr. Nashi membutuhkan banyak pegawai baru untuk mengisi pabrik terbarunya yang berada di daerah Pekalongan Jawa Tengah. Mr. Nashi sendiri menetap di Jakarta meskipun rumah aslinya di Semarang yang sekarang juga jarang ditempati karena saking sibuknya dengan urusan pekerjaan. Nah, pagi itu setelah Mr. Nashi masuk kantor pukul 05.45 WIB nampak pabrik masih sepi. Aktivitas pabrik juga belum begitu aktif. Dengan rasa hormatnya Mr. Nashi pagi itu sengaja berdiri untuk menyambut seluruh pegawainya di pintu gerbang berdampingan dengan Kepala Security Pak Hadi namanya. Hampir 350 pegawai masuk dan disambut oleh Mr. Nashi pagi itu, wakyu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, Mr. Nashi memerintahkan security untuk menutup pintu gerbang. Pak Hadi pun dengan penuh hormat langsung menarik pintu gerbang pabrik. Hampir saja pintu gerbang tertutup, tiba-tiba terdengar suara dari luar “tunggu-tunggu, jangan tutup pintunya”, Pak Hadipun melihat siapa gerangan yang berteriak tadi, Mr. Nashipun juga terhenti untuk melihat siapa gerangan yang datang. Ternyata dia adalah Atun pegawai pabrik yang memang punya prestasi buruk, selalu terlambat masuk kerja. Alasanya selalu sama, karna dia menghidupi 1 kakak dan 4 adik yang harus masuk sekolah, serta membersihkan rumah setiap paginya, sehingga dia selalu terlambat masuk kerja.

Hari biasanya mungkin tidak begitu bermasalah, paling-paling dimarahin sama Pak Hadi, tetapi pagi ini dia langsung berhadapan langsung dengan pemilik perusahaan Mr. Nashi. Otomatis Atun ketakutan dan tidak bisa berkata apa-apa, hanya pasrah kepada Allah SWT, terlebih lagi Mr. Nashi tidak berkata apa-apa, hanya melihat dengan tatapan tajam, sebelum membalikkan badan dia berkata “ Sepulang kerja temui saya di kantor”. Rasa dak dik duk Atun semakin meningkat. Seharian kerja Atun hanya merunduk dan tidak bercakap apapun dengan teman-temannya, sesekali dia meneteskan air mata, ketakutan kalau Mr. Nashi memecat dia dari pekerjaannya. Atun tidak bisa membayangkan kalau dia sampai dikeluarkan dari pekerjaannya, bagaimana nasib kakak dan ke-4 adiknya nanti yang harus tetap sekolah. Meskipun setiap hari dia berdo’a, khusus hari itu dia selalu melafalkan do’a dari pagi hingga siang hari sampai karyawan yang lain selesai melaksanakan pekerjaannya. Rasa ketakutan bertemu Mr. Nashi semakin bertambah, terlebih lagi Pak Hadi datang dan mengatakan pada Atun “ Cepat sudah ditunggu bapak dikantor”.

Dengan hati-hati Atun masuk ke ruangan Mr. Nashi, memang beda dengan ruangan yang lain, karena ruangan Mr. Nashi dilengkapi dengan AC dan pengharum yang wangi. Atun hanya diam dan berdiri di depan Meja Mr. Nashi, “silahkan duduk” ucap Mr. Nashi, dengan kikuk Atun menjawab iya.. kak..., Sungguh mengejutkan Mr. Nashi siang itu karena Atun memanggil sapaan yang salah... terlebih tatapan mata Mr. Nashi semakin kesal. Atun berusaha menjelaskan maaf... pak, maaf... tadi saya salah ucap, maksud saya pak... “ya sudah” jawaban Mr. Nashi dengan kesal. Begini, tegas Mr. Nashi, setelah saya melihat hasil kerja kamu selama ini ternyata kamu mempunyai banyak catatan buruk, mulai terlambat masuk kerja, sampai keteledoran kamu dalam bekerja. Tentunya ini tidak menambah kebaikan di perusahaan saya, justru kamu malah merugikan perusahaan saya. Jadi hari ini saya memutuskan, kamu harus berhenti bekerja, ini uang pesangon kamu terimalah ! sambil menyodorkan amplop berwarna coklat di hadapan Atun. Tanpa hitungan detik air mata Atun langsung berjatuhan sederas hujan dibulan Januari, akhirnya atun berusaha memohon-mohon untuk tidak dikeluarkan dari pekerjaannya. Mr. Nashipun juga menegaskan, sudahlah itu sudah menjadi keputusan saya. Tetapi walau begitu Atun tetap memohon kepada Mr. Nashi. Sampai akhirnya Mr. Nashipun berfikir sejenak, dan akhirnya mengatakan “kamu tidak cocok bekerja di sini, kalau kamu memang membutuhkan pekerjaan, kamu bisa bekerja dirumah sebagai babu, untuk gajinya sama dengan gajimu bekerja disini, kalau etos kerjamu lebih baik, saya akan menaikkan 2 kali lipat. Tetapi kalau kerjamu buruk, maaf... saya tidak bisa membantumu lagi. Akhirnya mendengar keputusan Mr. Nashi,, Atun dapat berhenti menangis, dan mengucapkan banyak terimakasih.

Akhirnya Atun pulang dan menceritakan semua yang terjadi pada pagi hari itu dengan kakak dan adik-adiknya dirumah. Atunpun juga berpesan kepada mereka untuk lebih mandiri setelah ini, karena pekerjaan Atun yang dituntut Mr. Nashi lebih baik lagi. Pagi harinya pukul 06.00 Atun sudah berangkat ke rumah Mr. Nashi, dan dengan sengaja Mr. Nashi hari itu tidak berangkat ke kantor. Pukul 06.30 WIB atun sampai dirumah Mr. Nashi dan dia disambut oleh pembantu lama Mr. Nashi Ibu Pipeh. Dengan lembut dan penyayang Ibu Pipeh mulai mengajari dan menjelaskan semua pekerjaan yang harus dilakukan. Mulai memasak, menyetrika, menyapu sampai menyiapkan minuman dan makanan kesukaan Mr. Nashi. Pada awalnya Atun memang merasa kesulitan untuk melakukan semua pekerjaan itu, akan tetapi dengan usaha dan tekadnya untuk bekerja lebih baik lagi, akhirnya semua teratasi dengan baik. Bahkan belum genap 1 minggu Atun sudah menerima gaji sebanyak gajinya 1 bulan. Dua minggu berlalu nampaknya ketakutan Atun selama ini yang menganggap Mr. Nashi adalah seseorang yang galak dan dingin, ternyata kalau dirumah Mr. Nashi ramah dan suka bercanda. Bahkan Mr. Nashi juga tidak membeda-bedakan semua orang yang ada dirumahnya, baik itu kerabat, saudara, atau pekerja semua dianggap sama, sama-sama dihormati dan disayangi. Dan yang paling membuat Atun terkagum-kagum, bila datang waktu sholat Magrib semua berjama’ah di Musholla, seluruh seisi rumah. Pemandangan yang damai dan indah, serta ketenangan rumah yang sejuk mulai dirasakan Atun.

Setelah genap atun bekerja 1 bulan, akhirnya Atun dipanggil untuk menemui Mr. Nashi, dengan suasanya yang tidak begitu menegangkan, Mr. Nashi menjelaskan kepada Atun, bahwa dia sangat puas dengan kinerjanya selama 1 bulan ini. Oleh sebab itu Atun di gaji 4 kali lipat dari gaji yang biasa dia terima. Sungguh luar biasa senang Atun mendengar pernyataan dari Mr. Nashi. Karena saking senang yang tak tertahankan Atun menjadi lupa kalau yang dihadapannya ada Mr. Nashi seorang Bos besar, seketika itu Atun langsung loncat kegirangan dan memeluk Mr. Nashi. Tidak berlangsung lama, hanya sekitar 5 detik, suasana menjadi hening, muka Atun memerah karena malu dan takut, sedangkan Mr. Nashi juga bingung harus berbuat apa, akhirnya keduanya diam dan saling melempar pandangan.

Karena kepolosan dan ketekunan Atun dalam bekerja dirumahnya, Mr. Nashi sekarang punya pekerjaan baru, dia selalu memperhatikan dan melihat Atun bekerja dari kamarnya di lantai atas. Diam diam Mr. Nashi jatuh cinta pada babu dirumahnya. Si Atun yang polos dan sering berbuat kekonyolan, tetapi itulah yang membuat dia berbeda dari wanita yang lain. Pada bulan ke-2 Mr. Nashi bermaksud menyampaikan isi hatinya, aan tetapi dia takut dan bimbang, apa Atun juga memiliki rasa yang sama atau tidak. Sampai pada akhirnya di suatu pagi datang Undangan Acara Pernikahan dari teman Mr. Nashi, dan ini adalah kesempatannya untuk menyampaikan semua isi hatinya kepada Atun. Saat itu juga Atun dipanggil, dan diperintahkan untuk besok menemaninya pergi ke Acara Keluar. Atunpun dengan sepontan mengiyakan begitu saja. Besok paginya Atun dijemput oleh Mr. Nashi, tetapi karena rumah Atun yang masuk di gang-gang kecil, akhirnya Mr. Nashi menunggu di halaman Masjid Baiturrahman. Atunpun segera masuk lewat pintu tengah mobil, karena etikanya babu duduk dibelakang, tetapi Mr. Nashi memerintahkan Atun untuk duduk di depan menemaninya, Atun ya asal pindah saja. Setelah berjalan sebentar, ternyata mobilnya tidak berhenti di perusahaan atau acara yang lain, tetapi justru masuk di butik baju dan tata rias besar. Atunpun juga bingung Mr. Nashi menyuruh atun masuk dan tampak Mr. Nashi meminta penata riasnya untuk mendadani Atun secantik-cantiknya. Atunpun bingung bukan kepalang, dengan perasaan yang tidak karuan dan berjuta pertanyyan dibenaknya. Apalagi Mr. Nashi juga orangnya pendiam kalo tidak ditanya.

Setelah satu jam di butik akhirnya Atunpun keluar dari kamar rias, dan sungguh luar biasa babu yang satu ini dengan seketika berubah menjadi bidadari surga. Orang-orang dibutik sempat terkagum-kagum kepadnya, apalagi dia berjalan bersama Mr. Nashi, semua orang berkesimpulan bahwa dialah calon istri Mr. Nashi, seorang pengusaha muda yang sukses. Setelah dari butik Mr. Nashi dan Atun langsung menuju ke acara pernikahan sahabat Mr. Nashi di daerah Kendal. Di acara tersebut Atun juga bingung apa maksud dari perlakuan mr. Nashi ini, apa benar Mr. Nashi bermaksud untuk menyuntingnya, atau Mr. Nashi hanya pura-pura saja. Rasa pertanyaan itu seolah-olah menumpuk dikepala Atun. Sampai pada akhirnya acra selesai, Mr. Nashi dan Atun meninggalkan tempat acara pernikahan. Mereka menuju pantai panjang di daerah Batang. Disanalah Mr. Nashi mengutarakan semua isi hatinya selama ini. Dia menginginkan Atun untuk mau menjadi istri dan pendampingnya. Atunpun jugaa bingung bukan kepalang, orang yang selama ini dihormati seorang Bos, pada hari ini menyatakan cinta kepadanya. Setelah Atun menatap mata Mr. Nashi dan melihat kesungguhan mr. Nashi, akhirnya Atun menerima cinta dan keinginan Mr. Nashi untuk menjadi pendamping hidupnya.

Berita inipun tidak membutuhkan waktu lama untuk beredar, koran dan majalah langsung memberitakan hal ini dengan seketika, seminggu setelah itu mereka langsung mengadakan acara pernikahan yang digelar mewah. Merekapun akhirnya hidup bahagia dengan dikruniai 5 orang anak yang cantik, ganteng dan pintar.

Baca Selengkapnya ....

Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Posted by Kang Guru Kamis, 26 Maret 2015 0 komentar


Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass
Hampir 3 bulan OSIS SMP Negeri 1 Wedarijaksa disibukkan dengan persiapan Kegiatan Perkemahan Pelantikan Anggota PMR (Palang Merah Remaja). Uvoria anak-anak PMR ini sudah tidak dapat dibendung lagi. Segala persiapan yang berhubungan dengan kegiatan perkemahan sudah mulai di persiapkan. Perkemahan ini baru kali pertama dilaksanakan di SMP Negeri 1 Wedarijaksa, hal ini karena semangat yang luar biasa dari Pembina Anyaran dan Peserta yang meledak pada Tahun Pelajaran 2014/2015 ini. Kegiatan Perkemahan PMR Tingkat Madya pada Tahun ini dipercayakan pada Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I sebagai Penanggungjawab dibantu oleh pembina yang lain Bapak Sudono, S.Pd,.M.Pd dan Siti Rukiyat, S.Pd.

Sesuai dengan Program OSIS dan Hasil Rapat Kemah, disepakati kegiatan dilaksanakan pada hari jum’at-minggu, Tanggal 20-22 Maret 2015. Alasan ini cukup relevan dengan kondisi cuaca yang sudah mulai tenang, banjir dan hujan sudah berlalu. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB, anak-anak mulai membanjiri Halaman Tengah SMP Negeri 1 Wedarijaksa, dengan jumlah peserta 80 anak. Tendapun mulai berdiri satu persatu, dengan kekompakan dan keseriusan peserta yang memang masih prima, tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup 30 menit 10 tenda berdiri dengan tegak. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan daftar ulang peserta dan cheking perbekalan. Setelah semua benar-benar siap semua mulai berbenah barang-barang untuk ditempatkan di tenda dan mulai menghias tenda, halaman dan perkampungan kemah, yang diberi julukan “Kampung PMR’.

Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass
Malampun datang, seluruh peserta sudah selesai mempersiapkan semua kegiatan. Khusus untuk malam pertama ini, kegiatannya masih slow, karena pembukaan kegiatan dilaksanakan besok pagi pukul 07.00 WIB oleh Kepala Sekolah Hj. Ruqayah, S.Pd., M.Pd. Untuk memeriahkan acara anak-anak berkumpul bersama untuk mendendangkan lagu-lagu gembira, diantaranya jingle terbaru bang ocit, “Bapak mana??”. Hampir tengah malam kegiatan malam ini berlangsung, karena untuk mempersiapkan kegiatan besok semua istirahat di tenda masing-masing.

Upacara pembukaanpun berlangsung dengan khitmat dan lancar, didukung dengan kepandaian anak-anak yang ditunjuk sebagai petugas upacara pembukaan, menambah berkualitasnya kegiatan perkemahan PMR ini. Pengibar bendera dan arahan dari pembina upacara membuat mantapnya pengetahuan dan kesiapan peserta kemah semua.

Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass
Acara terpenting dari perkemahan PMR ini adalah penjelajahan Uji Prestasi Anggota PMR. Pada kesempatan ini seluruh anggota diuji dengan materi-materi PMR yang selama ini telah diberikan. Mulai dari Pengetahuan Umum, Pembuatan Drugbar, Penanganan Korban, Menenangkan Korban, Menceriakan Masyarakat Pasca Bencana, bahkan sampai kegiatan Extrim penyelamatan korban pada saat bencana. Sungguh luar biasa semangat yang ditunjukkan oleh seleuruh peserta perkemahan.
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Siang hari, diiringi terik matahari yang mulai berpindah arah, anak-anak tiba di bumi perkemahan acara dilanjutkan dengan persiapan beberapa materi, diantaranya materi SAR yang disampaikan oleh Bapak Drs. Eko Purwono, M. Si dan materi dapur umum lapangan oleh Ibu Rukiyat, S. Pd

Malamnya dilanjutkan dengan 2 materi penting dalam PMR, yakni materi PP (Pertolongan Pertama) yang disampaikan oleh Bapak Sudono, S.Pd., M. Pd dan materi PK (Perawatan Keluarga) yang disampaikan oleh Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I. Anak-anak sangat antusias dalam  menerima materi-materi yang sudah dijadwalkan. Hal ini dibuktikan dengan seriusnya anak-anak untuk mempraktekkan semua teori yang telah diberikan.
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Malam kemesraan, itulah julukan untuk acara pesta api unggun yang sudah dipersiapkan sejak sore tadi, semua perlengkapan kayu bakar dan obor, nampak menghiasi kegiatan sebelum acara, seluruh peserta berjajar rapi menunggu prosesi dimulai. Sungguh pemandangan yang fantastik malam itu. Yang paling meriah dan tidak terlupakan adalah puncak tengah malam ketika semua berdiri untuk berjoget bebas,, hampir tak bisa ditahan lagi, kondisi badan yang awalnya mulai agak capek, semua hilang seketika ketika “goyang duma dikumandangkan.”
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass
Tetapi yang terpenting yang perlu diketahui adalah prosesi penerimaan anggota PMR SMP Negeri 1 Wedarijaksa, yang di dramakan dengan proses pencarian “bulpen” di tempat-tempat yang berbau mistik. Sungguh perjuangan sekali, walaupun dengan susah payah peserta harus merangkak dan berjalan dikegelapan, tetapi dengan semangat regu yang luar biasa pada akhirnya semua bulpen dapat ditemukan, dan semuanya bisa menuliskan nama mereka masing-masing di Lembar Kertas Mas PMR 2015. Alhamdulillah.

Tidak terasa hari teakhir tiba, pagi sudah menyingsing, kegiatan dilanjutkan dengan Game Show PMR. Pada kesempatan ini ada 2 cabang game yang diperebutkan. Pertama Game estafet air, pesertanya sangat kerepotan untuk memindahkan air dari pos 1 ke pos 2. Setelah game pertama selesai dilanjutkan lomba tarik tambang yang berlangsung dramatis, hampir semua peserta punya kualitas kekuatan yang sama, tetapi setelah berulang kali diadu, akhirnya muncul 1 yang terbaik.
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Tara, tendapun akhirnya dirobohkan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah semua bersih kegiatan dilanjutkan dengan penutupan kemah PMR yang alhamdulillah berjalan dengan lancar dan khitmat. Kepala SMPN 1 Wedarijaksa mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang selama 3 hari ini berjuang untuk memperoleh prestasi dan kompetensi. Hampir semua peserta enggan pulang, karena mereka sangat terkesan dengan kegiatan perkemahan ini.
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Selamat Anggota baru PMR SMPN 1 Wedarijaksa, semoga sukses dan bermanfaat bagi sesama.
Kemah PMR SMPN 1 Wedarijaksa 100% Puass

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Kang Guru Wedarijaksa.