Sejarah Kemah PMR Pertama Kali di SMP Negeri 1 Wedarijaksa

Posted by Kang Guru Sabtu, 28 Maret 2015 0 komentar


Sejarah Kemah PMR Pertama Kali di SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Pada saat itu hari Kamis seperti biasa setiap pukul 14.30 siang aku berada di sekolah tercintaku SMPN 1 Wedarijaksa dalam rangka kegiatan PMR yang merupakan salah satu program ekstrakurikuler di sekolahku tercinta. Ternyata para Pembina PMR yaitu Bp Iksan Sunaryo, S.Pd.I , Bp Sudono,S.Pd,.M.Pd.  dan juga Ibu Siti Rukiyat S.Pd. memberitahukan bahwa akan diadakan perkemahan pelantikan anggota PMR  SPENZARIE dan acara ini disetujui oleh kepala sekolah SMPN 1 Wedarijaksa yakni ibu Hj. Ruqayah, S.Pd. M.Pd.. Aku sangat terkejut dan senang mendengarnya.

Hari Kamis selanjutnya kami dibagi dalam beberapa regu oleh para  Pembina, aku mendapat kelompok yamg beranggotakan sembilan orang, yaitu Mayla, Della, Ninis, Sukma, Kharisma, Manda, Putri, Finkiana, dan Aku sendiri ( Felly). Setelah pembagian kelompok, kami diberitahu mengenai peralatan apa saja yang akan kami bawa pada saat kemah nanti, peralatanya berupa barang pribadi dan barang kelompok, barang kelompok yaitu barang yang akan digunakan oleh seluruh anggota kelompok seperti tenda, tikar, alat memesak,dan lain-lain. Sedangkan barang pribadi yaitu barang yang sekiranya kita butuhkan untuk diri kita sendiri seperti baju, obat, makanan kecil, dan lain-lain. Dan setelah diskusi tersebut aku mendapat bagian untuk membawa tikar dan lampu emergency.

Kegiatan kemah kami berlangsung selama tiga hari dua malam dan dilaksanakan tanggal 20-22 Maret 2015 di BUPER SPENZARIE. Satu hari sebelum aku berangkat, aku sudah menyiapkan semua peralatan yang akan di bawa. Aku sudah siap untuk pergi berkemah.
  
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, aku berangkat berkemah. Aku berangkat pada siang hari di bulan Maret tanggal 20 tepatnya pukul 13.00 , hari pada waktu itu cerah berawan, aku berangkat ke sekolah di antar oleh ayah,di sana sudah banyak berkumpul teman-teman ku dengan bawaan yang juga banyak. Setelah berpamitan oleh ayah dan tak lupa juga dengan ibu ketika akan berangkat tadi, kami di arahkan oleh Bp Iksan Sunaryo, S.Pd.I untuk erkumpul dengan regu nya dan mendirikan tenda.


Tak lama setelah itu, tenda regu kami yakni regu PINK sudah berdiri tegak karena kerja sama dan kekompakan regu kami yang ak patah semangat walau terik matahari menyengat, keringat membasahi tubuh, dan rasa haus yang begitu dalam.

Setelah itu kami melakukan cheking perbekalan dan mulai memasukkan barang barang ke dalam tenda, kami di beri kesempatan untuk istirahat terlebih dahulu. Kemudian kami mulai bersih bersih lalu istirahat.

Kegiatan demi kagiatan kami amati dengan seksama, dan kegiatan pertama kami adalah Upacara Pembukaan , aku belum terlalu pandai untuk menjadi pengibar bendera , karena saat itu aku ditunjuk untuk menjadi pengibar bendera bersama Ninis dan kak Niza. Walaupun waktu SD aku pernah menjadi pengibarbendera dan sehari sebelumnya sudah dilatih oleh panitia perkemahan. Alhamdulilah upacara kami berjalan dengan lancar , tetapi saying waktu itu kepala sekolah kami tidak bia dating untuk membuka acara perkemahan karena ada acara penting yang mendadak.

Keesokan harinya kami bangun pagi-pagi buta, di sana banyak di penuhi kabut dan hawanya pun masih sangat dingin sehingga kami enggan untuk melepas selimut kami, setelah matahari sudah cukup meninggi, kami bergantian untuk mandi, meski air nya sangat dingin namun kami tetap mandi. Kegiatan demi kagiatan kami amati dengan seksama, dan kegiatan pertama kami adalah Upacara Pembukaan , aku belum terlalu pandai untuk menjadi pengibar bendera , karena saat itu aku ditunjuk untuk menjadi pengibar bendera bersama Ninis dan kak Niza. Walaupun waktu SD aku pernah menjadi pengibarbendera dan sehari sebelumnya sudah dilatih oleh panitia perkemahan. Alhamdulilah upacara kami berjalan dengan lancar , tetapi saying waktu itu kepala sekolah kami tidak bia dating untuk membuka acara perkemahan karena ada acara penting yang mendadak.

Pada hari ke dua kami melakukan hiking di sekitar Ds. Panggungroyom, Suwaduk, dan Wedarijaksa. Ada juga Uji prestasi di setiap perjalanan hiking tersebut mulai darimenjawab soal materi, membuat drugbar , menolong korban, dsb. Setelah dating dari hiking kami makan siang dan mendapat materi SAR oleh Bapak Drs. Eko Purwono, M. Si. Dan materi dapur umum lapangan oleh Ibu Siti Rukiyat S.Pd. Untuk malam nanti juga ada materi PP dan PK yang disampaikan oleh Bapak Sudono, S.Pd., M.Pd, dan Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I

Saat malam tiba yang itu merupakan malam terakhir kami di sana, Pembina mengadakan acara api unggun yang membuat semua anggota PMR bergoyang tanpa kenal lelah, setelah acara berakhir kami kembali ketenda dan tidur, saat pagi yang masih sangat buta tiba-tiba panitia dan Pembina membangunkan kami yang semuanya masih tidur, mereka membawa senter dan menyoroti dari tenda ke tenda, meski masih dalam keadaan gelap aku berusaha untuk bangun dan kumpul di tempat yang sudah di persiapkan, ternyata di sana kami akan diuji oleh kakak Pembina, kami di bagi dalam kelompok kelompok dan kami harusmencari bulpen untuk menuliskan nama di kertas MAS yang telah disediakan, keadaan di sana gelap gulita tanpa ada penerangan dan udaranya sangat terasa bau mistik, kami berjalan dengan saling bergandengan, , kemudian setelah semuanya berhasil menuliskan nama dikertas MAS,kami di persilahkan untuk kembali ketenda kami masing-masing.
Keesokan harinya adalah hari terakhir kami, kegiatanya adalah GAME SHOW PMR , yaitu estafet air dan tarik tambang. Regu kami sudah berusaha sampai titik darah penghabisan untuk memenangkan game ini tapi apa daya Dewi Fortuna tidak berpihak pada regu PINK melainkan kepada regu HITAM , congratulations for regu hitam !

Acara selanjutnya adalah mengulung tenda dan membersihkan tempat sekitar, setelah selesai yaitu sekitar pukul 10.00kami melakukan apel penutupan kegiatan perkemahan.Setelah melakukan apel di sekolah kami di ijinkan untuk pulang kerumah masing-masing. Waktu itu aku harus menghubungi keluargaku untuk menjemput , eh kebetulan waktu itu hpku meninggal dunia , hehe. Yasudah aku pinjam saja hp teman sekelasku yang berbeda regu denganku. Untung saja dia baik dan mau meminjami , coba kalau tidak? Mungkin aku akan kemah sendiri di sekolahan itu. Setelah menghubungi keluarga aku harus menunggu kira kira setengah jam. *huhh lama menunggu didepan gerbang sekolah membuatku seperti anak terlantar* Eh tak lama kemudian setelah aku mengeluh ternyata kakakku telah menjemputku. Aku pulang dengan kelelahan yang tercampur dengan kesenangan. Setelah sampai di rumah aku langsung bersih bersih lalu menuju kamar dan melepas kelelahanku.
Sejarah Kemah PMR Pertama Kali di SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Ninis (Kiri) Fellycia (Tengah) Della (Kanan)

Created by : FELLYCIA ANDREA POESPA
                       Dari regu PINK


Baca Selengkapnya ....

Abdi Sejati POLCIL dan PMR SMPN 1 Wedarijaksa

Posted by Kang Guru Jumat, 27 Maret 2015 0 komentar


Abdi Sejati POLCIL dan PMR SMPN 1 Wedarijaksa
Nama saya Alfin Nur Hidayatulloh, saya sekolah di SMP Negeri 1 WEDARIJAKSA. Saya adalah salah satu siswa yang mengikuti kegiatan polcil (polisi kecil). Saya  selalu rutin bertugas  pada hari sabtu. Dengan kondisi jalan yang semakin padat dengan kendaraan,  adanya polcil ini sangat membantu dalam kegiatan berlalu lintas di sekolah. Dalam melaksanakan tugas, polcil harus tegas dan siap.

Kegiatan Polcil ini dilaksanakan secara rutin setiap pagi sesuai dengan jadwal tugas masing-masing saya senang dan bangg menjadi salah satu Anggota Polcil SMP N 1 WEDARIJAKSA.Karena dengan mengikuti kegiatan polcil ini dapat melatih saya untuk menjadi lebih disiplin,tegas dan menambah pengetahuan dalam berlalu lintas di jalan raya serta meningkatkan rasa tolong menolong terhadap sesama.

Saat ini Saya duduk di kelas 7. Selain Polcil, Saya juga salah satu Anggota PMR SPENZARIE. Kegiatan PMR di  SMP N 1 WEDARIJAKSA dilaksanakan secara rutin. Saya baru pertama kali mengikuti kegiatan PMR ini. Walau baru pertama kali mengikuti kegiatan PMR, namun saya termasuk salah satu Anggota PMR yang trampil. Saya selalu rutin dalam bertugas saat upacara, Saat itulah saya mulai mempraktekan materi-materi yang di sampaikan oleh kakak pembina yaitu, Bapak Sudono, Bapak Iksan Sunaryo dan Ibu Siti Rukiyat. Karena saya orangnya trampil, saya pun dapat rmenangani peserta Upacara yang sakit dengan langkah-langkah yang benar dan sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Pembina PMR.

Tugas PMR setiap hari Senin ini dilaksanakan secara bergiliran sesuai jadwal yang di tentukan. Saya senang menjadi salah satu Anggota Polcil dan PMR SMP Negeri 1 WEDARIJAKSA karena dengan mengikuti kegiatan Polcil dan PMR saya mengetahui cara pengobatan balut membalut luka dan yang terpenting adalah menumbuhkan rasa sosial dan kemanusiaan serta tidak memihak terhadap siapapun, Seta dapat mengamankan keadaan Lingkungan sekolah.

Terimakasih POLCIL dan PMR Spenzarie, Karena Kalian aku ada.

Ditulis Oleh : Alfin Nur Hidayatullah
Wadan PMR SMP Negeri 1 Wedarijaksa

Baca Selengkapnya ....

PENJELAJAHAN UJI PRESTASI ANGGOTA PMR SMPN 1 WEDARIJAKSA

Posted by Kang Guru 0 komentar
PENJELAJAHAN UJI PRESTASI ANGGOTA PMR SMPN 1 WEDARIJAKSA
SMP Negeri 1 Wedarijaksa pada tanggal 20-22 Maret 2015, mengadakan Kemah Pelantikan PMR tingkat madya yang sangat seru dan menarik.Ini yang menjadi pertama kali diadakan kemah di SMP N 1 Wedarijaksa.Di kemah ini banyak cerita dan kenagan yang tak kan terlupakan. Terlebih pada regu kami (Regu Hitam) yang anggotanya lucu, imut,unyuk unyuk, dan hebat!  Pengen tau siapa saja anggotanya ??? Ini dia :

Alfin Nur Hidayatullah, dia adalah ketua regu kami yang sangat tegas, ramah, bijaksana, dan lucu.

Galang Dwi Prakoso, adalah saya yang menulis artikel ini, hehehe.

Khoirin Winta, dia yang memasak makan siang kami yang enak+full kenyang.

Nurul Khamidah, dia anggota regu kami yang imut, cerewet dan suka ngemil akan tetapi dia adalah anak yang disiplin.

Septina Kurniawati, dia sangat membantu memotivasi regu kami untuk bersemangat melaksanakan penjelajahan.

Shofia Raihana Salwa, sang koki regu kami, yang memasak makan malam+yang menghabiskan.

Annisa Fitri Salsadilla,dia yang menghibur kami dengan suara cemprengnya, wkwkwkwk.  

Jeprian Al imam Wardani, rekan kami yang humoris tapi juga bersemangat dalam melaksanakan penjelajahan.

Rahma Apriliana,anggota kelompok kami yang pendiam tapi cerdas.
Nah itu tadi anggota kelompok hitam.

Kemah PMR ini punya cerita yang menarik bagi regu kami. Kami diberi tantangan kak pembina untuk berjelajah di alam terbuka.  Saat-saat yang paling menyenangkan dan yang paling seru adalah saat Penjelajahan Uji Prestasi PMR SPENZARIE.Pertamanya kami melewati Desa Panggungroyom dan harus mencari Pos 1.Saat sudah sampai di Pos 1 kami ditugaskan untuk mengerjakan soal.Kami mengerjakan soal hanya diberikan waktu 10 menit.Setelahselesai kami bergegas menuju Pos 2A,di situ kami di tugaskan untuk membuat drakbar dan harus memakai masker  dengan batas waktu  yang tidak di tentukan.Setelah selesai kami ditugaskan untuk membawa salahsatu korban  menuju ke Pos 2B.Kemudian kami bergegas pergi ke Pos 3,di sana kami mendapat tugas untuk membuat yel-yel beserta gerakannya.Mulanya kami bingung harus membuat yel-yel seperti apa tetapi,kemudian kami berhasil walau mungkin agak tidak bagus,mungkin karena kami membuatnya dengan waktu yang singkat.Setelah selesai kami pergi kePos 4,disana kami ditugaskan untuk menuruni sungai dan menaiki sungai,serta kami juga harus memakai sarung tangan.Walaupun sungai itu dangkal tetapi,air dingin!!!!.Setelah selesai kami pergi kePos 5,di sana kami tidak di tugaskan melainkan kami membersihkan diri disana.Setelah selesai kami bergegas untuk kembali ke Perkampungan PMR SPENZARIE.Dengan rasa lelah,letih,dan haus,kami berjalan untuk segera ke sana dan istirahat.Setelah sampai di Perkampungan PMR SPENZARIE kami istirahat sejenak.Kemudian kami memasak bersama-sama untuk makan siang.

Itulah cerita kami dari ReguHitam sangat seru bukan!.Kisah ini tidakakan pernah kami  lupakan sepanjang hidup kami.Disana kami belajar banyak hal mulai dari tahu cara pengobatan,alat-alat pengobatan,perawatan keluarga,pertolonganpertama dan menumbuhkan rasa sosial,kemanusiaan dan lain-lain.Semoga kisah kami ini dapat menjadi salah satu alasan kita ingin sekolah di SMP N 1 WEDARIJAKSA.

Penulis : Galang Dwi Prakoso
Sekretaris OSIS SMPN 1 Wedarijaksa

Baca Selengkapnya ....

Perahu Gethek

Posted by Kang Guru 0 komentar


Iksan Sunaryo Perahu Gethek
Sore itu cuaca cerah, matahari masih tampak memandang bumi dengan keceriaannya, alam bebas dan hamparan pantai yang luas menambah indahnya alam dunia ini. Ditepi pantai yang ramah ombaknya, terdapat sebuah pemukiman warga dari suku Trojan. Hiduplah seorang pemuda biasa, dengan tubuh semampai dengan muka manis, “sun” warga masyarakat memanggilnya. Sesuai keterangan ibunya dia diberi nama sun, karena ia lahir dibawah teriknya matahari disiang hari. Dengan nama itu orang tuanya mengaharapkan kelak “sun” bisa menjadi pemuda yang mampu menerangi seluruh warga Suku Trojan dan membawa nama baik keluarga kakek buyutnya.

Sejak kecil “sun” hidup mandiri meskipun sebenarnya kebutuhan hidupnya dapat tercukupi di keluarga. Akan tetapi dia lebih suka pergi melaut untuk mencari ikan dan mencari pengalaman hidup, dan seluruh masyarakat juga sudah akrab dengan kepiawaian “sun” dalam mengarungi samudra di teluk Arafie, selat Pucung Kerep Sumatra Utara. Setelah ia selesai melaut, ia langsung pulang dan membersihkan pakaian serta badannya untuk selanjutnya pergi ke Surau menyerukan Adzan Magrib. Suaranya yang khas dan merdu menjadi sahabat akrab ditelinga para warga untuk berduyun-duyun shalat berjama’ah di surau bersama Kyai Ali, Tokoh agama yang terpandang di daerah suku Trojan.

Sinar mentari di pagi hari sudah menampakkan senyumannya. Pagi itu semua orang sibuk untuk menyiapkan perolehan hasil tangkapan ikan semalam. Tetapi di mata “sun” ada sedikit yang berbeda. Pagi itu dia melihat seorang wanita yang sebelumnya belum pernah ia temui. Siapa gerangan gadis itu?, “annis” panggil mak cik supi’ah istri Kyai Ali. Ternyata gadis itu adalah saudara Kyai Ali yang berkunjung ke sini. Namanya Annis, gadis itu manis, berkulit putih, banyak tertawa dan berjilbab rapi. Tidak ada satu wargapun yang berbusana seperti dia, dilihat dari pakaian yang dikenakan tentu dia bukan anak orang biasa, dan setelah “sun” bertanya dengan mak cik supi’ah memang benar bahwa dia Annis putri tunggal pengusaha kayu terbesar di Sumatra.

Karena Annis berkunjung ke Trojan untuk penelitian Tugas Akhir Kuliyahnya, maka dari itu Kyai Ali memperkenalkan Annis dengan “sun” agar semua tugas dan kebutuhan Annis dapat terpenuhi, terlebih Sun pemuda yang paling paham dengan seluk beluk Trojan. Annis menjelaskan beberapa kebutuhannya tentang penelitiannya di sini, di antaranya tentang ketertarikannya terhadap katak Trojan yang mempunyai tekstur warna yang indah dan bermacam-macam. Annis sendiri belum begitu tahu dan membuktikan hal ini, karena dia mendapatkan informasi dari Dosen pembimbingnya Ir. Suri yang dulu pernah berkunjung ke Trojan. Sun langsung tanggap dengan beberapa arahan Annis, meskipun Sun sendiri hanya sekolah sampai SR (Sekolah Rakyat), tetapi dia cukup pandai dan cerdas, apalagi ini tentang alam.

Untuk mendapatkan dokumentasi dan pembuktian yang jelas, maka Sun mengajak Annis ketempat rawa-rawa di semenanjung pantai Trojan. Untuk ke sana dibutuhkan Perahu sedang yang dikayuh dengan kayu biasa, karena alam itu masih terjaga keasliannya, para wargapun tidak berani merusak ekosistem yang ada disana dengan perahu besar dan perusak binatang kecil. Setelah melewati hutan bakau yang berakar tunggang, kapal yang mereka tumpangi bocor karena tertusuk akar bakau yang besar. Annis mulai panik, apalagi air mengalir begitu cepat masuk lubang kapal yang bolong. Annis berteriak Tolong-tolong!!,, Sun dengan sigapnya berusaha mengeluarkan air dari dalam kapal, serta berusaha menutup dengan kaos yang ia kenakan. Tetapi karna beban yang berat serta kayu kapal yang rapuh semua itu sia-sia ia lakukan. Karena takut Annis akan jatuh, akhirnya Sun turun kedalam air dan berusaha menyelamatkan Annis berenang ketepi rawa-rawa. Habis sudah harapan Annis untuk sampai ke rawa kodok yang sebenarnya jaraknya tinggal sedikit lagi. Melihat situasi yang semacam itu Sun langsung bangkit dari duduknya dan mencari potongan bambu-bambu yang ada disekitar rawa, untungnya parang yang tajam selalu terikat dipinggang Sun, sehingga semua urusan pertukangan dapat teratasi.

Tidak lama,, tiba-tiba Sun memanggil Annis yang tampak murung dan sedih. Annis... Ayo kita lanjutkan perjalanan!!.. Annis sangat terkejut ketika dihadapan Sun ada Perahu gethek yang siap untuk ditumpangi. Dengan senang dan tampak sumpringah Annis langsung menghampiri perahu gethek yang indah dan nyaman itu. Tanpa disuruh Annis langsung duduk didepan dan mengomando bak perwira kapal, Ayo Jalan,, cepat... Sun langsung menjalankan kapal dengan kayuh perahu yang terselamatkan.

Akhirnya sampailah pada tempat yang mereka tuju, rawa katak,, sungguh pemandangan yang sangat indah. Seperti sulit dipercaya, disana terdapat ratusan katak yang berwarna warni, semua menyerukan suara merdu dan indah. Annis tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan Foto untuk di dokumentasikan. Ia juga meminta izin kepada Sun untuk mengambil 1 katak untuk dipelihara dan dibawa pulang ke rumahnya. Untuk lebih nyaman mengerjakan tugasnya, Sun membawa Annis ke sebuah gubuk kecil di atas rawa katak, agar lebih santai menyelesaikan tugasnya. Tetapi setelah sampai di dekat Gubug Annis menolaknya, karena kaki Annis kotor, sedangkan Gubungnya bersih. Karena melihat hal itu, Sun langsung mengambilkan air dan berusaha membersihkan kaki Annis. Annis jadi kebingungan ketika Sun dengan tiba-tiba membersihkan kakinya, hanya ucapan “terima kasih” dengan sedikit malu di ucapkan pelan, Sunpun juga menjawab sama-sama neng, tidak apa-apa kok, sekalian biar aku saja yang basah.

Siangpun menyingsing, terik matahari sudah nampak terlihat, sebenarnya Sun tidak tega untuk mengajak Annis pulang, karena nampaknya dia betah disitu, tetapi Kyai Ali tadi sudah mewanti-wanti jangan sampai sore, karena Annis akan dijemput orang tuanya bak’dal asyar. Akhirnya Sun mengajak Annis untuk kembali ke rumah Kyai Ali, dan sebelum Sun pulang,, Annis menyampaikan ucapan terimakasihnya karena sudah menunjukkan tempat terindah yang kali pertama ia jumpai didunia ini. Serta kenangan “Perahu Gethek” penyelamat dan kenangan tak terlupakan seumur hidupnya. Karena Annis harus pulang ke Sumatra sebagai ucapan terimakasih, Annis memberikan sebuah tasbih kepada Sun, dan berpesan”tolong dijaga ya tasbihnya” ini tasbih dari surga, kelak aku akan kembali ke sini lagi. Terimakasih ya....

Sejak saat itu Sun, lebih sering mengunjungi rawa katak, sambil membawa tasbih surga milik Annis...

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Kang Guru Wedarijaksa.