Selfie dalam Pandangan Islam

Posted by Kang Guru Selasa, 05 Januari 2016 0 komentar


Forum Diskusi Santri HISBU 2016
Selfie dewasa ini dipandang sebagai kebutuhan para remaja untuk menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keluarga maupun teman-temannya. Sehingga tidak terhitung hari, tiap menit “Selfie” datang dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebuah budaya baru yang merebak seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi. Selfie tidak hanya menjalar dikalangan anak-anak saja, remaja, dewasa, orang tua, di sekolah, tempat kerja, bahkan di tempat-tempat khususpun tidak terlewatkan. Selfie ini bersifat Nasional bahkan Internasional, tidak perduli agama, suku dan adat istiadat. Ada rasa kepuasan tersendiri bagi pe-Selfie jika mereka dapat melakukannya ditempat dan bersama orang-orang yang mereka sukai.

Nah, dalam hal ini bagaimana islam menyikapi hukum selfie ini. Tentunya islam harus memandang dari sudut pandang hukum yang jelas bukan??. Ditilik dari bagaimana niatnya, bagaimana foto selfienya, baik dan buruk akibatnya, akibat untuk diri sendiri, keluarga, kelompok, maupun agama.

Bagaimana hukum selfie dalam pandangan islam??? Kita akan menemukan jawabannya dalam Forum diskusi santri di MA Bustanul Ulum 13 Januari 2016.

Sebelum masuk pada pembahasan yang sebenarnya, sekedar memberikan pendapat penulis membagi kriteria selfie ini menjadi 2 bagian yaitu :  

Boleh Foto selfie
Jika dokumen foto untuk pribadi, dan kalaupun di tunjukkan kepada keluarga saja, sehingga dalam hal ini tidak terjadi fitnah atau madharat dikemudian hari.

Tidak Boleh Foto Selfie
Apabila ada unsur menunjukkan lekuk tubuh dan ketampanan/ kecantikan yang berujung pada ujub, apalagi membanding-bandingkan dengan yang lain. Merasa takabur dan merendahkan orang lain.

Kira-kira seperti itu prediksi awal Hukum Selfie dalam Pandangan Islam. Lebih jelasnya kami tunggu di Forum Diskusi Santri HISBU Tahun 2016.

Baca Selengkapnya ....

Lirik Lagu Siamo Tutti Fratelli PMR Spenzarie

Posted by Kang Guru Rabu, 30 Desember 2015 0 komentar
PMR Madya SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Syukur Alhamdulillah kali ke-2 PMR Madya SMPN 1 Wedarijaksa membuat Lagu Palang Merah Remaja. Pada tahun 2015 ini musik lagunya diambil dari musik JKT 48 dengan lirik baru karangan Pembina PMR Spenzarie Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I. Vocal diambil dari 3 jenjang angkatan mulai dari kelas 7, 8 dan 9 mereka adalah Della Yauma Fitrie (8A), Risma Audina (9D) dan Reskinda Ramadhani (7H). Kegiatan Shooting album dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 bersamaan dengan Kegiatan Kemah Bhakti PMR Ke-2 Tahun 2015.

Adapun liriknya sebagai berikut :

PMR Madya SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Putih jiwaku
Berwarna merah darahku
Putihnya niatku merahnya smangatku untuk negriku

Bersama kami PMR Madya spenzarie
Siap tuk mengabdi, untuk negri ini

Halang rintangan
Sudah pasti kan menghadang
Untuk menguji kesungguhan tekad kita

Kobarkan semangatmu                                                                          
Bersatu untuk maju
Kita terus berjuang, bersungguh hati, ihlas membantu PMI

Siamo tutti Fratelli
Kita semua sodara
Kita wujudkan tali persahabatan nasional dan juga internasional
Berlatih dan berprestasi
Buktikan semua janji
Mari kita harumkan nama negara Indonesia
Yess !!!


Putih jiwaku
Berwarna merah darahku
Putihnya niatku merahnya smangatku untuk negriku

Bersama kami PMR Madya spenzarie
Siap tuk mengabdi, untuk negri ini

Halang rintangan
Sudah pasti kan menghadang
Untuk menguji kesungguhan tekad kita

Kobarkan semangatmu                                                                          
Bersatu untuk maju
Kita terus berjuang, bersungguh hati, ihlas membantu PMI

Siamo tutti Fratelli
Kita semua sodara
Kita wujudkan tali persahabatan nasional dan juga internasional
Berlatih dan berprestasi
Buktikan semua janji
Mari kita harumkan nama negara Indonesia

Siamo tutti Fratelli
Kita semua sodara
Kita wujudkan tali persahabatan nasional dan juga internasional
Berlatih dan berprestasi
Buktikan semua janji
Mari kita harumkan nama negara Indonesia

Siamo tutti fratelli
Kita semua sodara
Berlatih dan berprestasi                   
Buktikan semua janji

Siamo tutti fratelli...............
PMR Madya SMP Negeri 1 Wedarijaksa


Baca Selengkapnya ....

Polisi Sahabat Guru

Posted by Kang Guru Minggu, 22 November 2015 0 komentar

Polisi Kecil SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Polisi Kecil SMP Negeri 1 Wedarijaksa

Rabu, 18 November 2015, pukul 05.30 WIB Petugas PKS (Patroli Keamanan Sekolah) SMP Negeri 1 Wedarijaksa sudah berkumpul di markas. Mereka yang berjumlah 18 Anak, petugas yang ditunjuk pagi itu sudah datang mengendarai sepeda dan siap memakai seragam kebanggaannya. Topi, slempang, tali komando, tanda pangkat dan peluit sudah selesai dipasang. Apel pagi yang di pimpin langsung oleh pembina PKS Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I, pagi itu, memberikan gambaran umum tentang tugas pelaksanaan “Jalan Santai Guru dan Siswa dalam rangka HUT PGRI di Kecamatan Wedarijaksa”. Rute perjalanan dan tugas masing-masing divisi sudah diberikan, do’a pagi untuk melengkapi perjalanan tugas juga tidak ketinggalan. Tepat pukul 05.50 WIB Polisi Kecil Spenzarie menempati pos-pos yang telah ditugaskan, salah satu diantaranya yang paling sentral adalah di Pertigaan Bambu Runcing Wedarijaksa.

PGRI Wedarijaksa
Bu Cik Berpose Happy (Guru SDN Panggungroyom 02)
Antusis guru-guru dan siswa di Kecamatan Wedarijaksa memang luar biasa, terlebih dalam pelaksanaan Jalan santai PGRI ini, pagi pukul 06.00 WIB, mereka sudah berbondong-bondong berdatangan di Gedung PGRI Wedarijaksa, sebagai tempat start dan finis kegiatan ini. Mulai dari guru KB, TK, RA, SD, MI, SMP, MTs dan MA bersatu padu untuk menyuarakan Hari Kebanggaan dan Kebangkitan Guru Indonesia. Lebih dari 5.000 peserta jalan santai membanjiri areal Gedung Wisma PGRI dan SD Negeri 1 Wedarijaksa sebagai tempat kumpul kegiatan.

Polisi Kecil SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Si Kembar Sita & Winta Anggota Polcil Spenzarie Bertugas
Kelancaran dan ketertiban kendaraan dijalan raya, menjadi tugas dari Polisi Kecil SMP Negeri 1 Wedarijaksa. Banyak guru-guru wanita dan anak-anak yang kesulitan menyebrang jalan dan mereka sangat terbantu oleh Anggota PKS SMP Negeri 1 Wedarijaksa yang siap sedia untuk melayani masyarakat. Meskipun secara fisik, mereka amasih anak-anak sekolah, akan tetapi dengan pelatihan dan pendidikan dari Polsek Wedarijaksa Polisi Kecil Spenzarie mampu mengendalikan ketertiban di jalan raya. Perlu diketahui, bahwa keadaan jalan raya di Wedarijaksa ketika fase pagi hari / pada jam masuk kerja kepadatannya luar biasa. Sehingga penyebrang jalan harus ekstra hati-hati untuk melintas di jalan. Sehingga keberadaan Polisi kecil dalam acara – acara penting keguruan menjadi jawaban yang tepat untuk mengatasi kesulitan di jalan raya.

Polisi Kecil SMP Negeri 1 Wedarijaksa
Alfin & Ami Sedang Bertugas di Pertigaan Bambu Runcing Wedarijaksa
Meskipun keberadaan Polisi Kecil Spenzarie tergolong baru, satu setengah tahun akan tetapi kiprah selama ini di intern maupun ektern sekolah sudah menjadi perbincangan dikalangan Bapak dan Ibu guru sekolah. Salah satu Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Wedarijaksa ini memang masih menjadi perbincangan hangat dikalangan siswa dan guru di Kecamatan Wedarijaksa.

Untuk Anggota PKS Spenzarie teruslah mengabdi untuk negri, berikan sebanyak – banyaknya dan lakukan semua dengan keihlasan hati. Salam PKS Spenzarie..... Jaya !!!!!

Baca Selengkapnya ....

Guru dalam Realita

Posted by Kang Guru Minggu, 08 November 2015 0 komentar


Guru dalam Realita
Guru, merupakan profesi yang masih di cita-citakan anak-anak sekolah dasar. Terlebih mereka sangat mengidolakan para guru-gurunya dimasa kecilnya. Program dan jurusan keguruan, setiap tahunnya juga tidak pernah sepi dari calon mahasiswa. Mengenai alasan apakah itu dari hati atau tekanan orang tua ? realita menyebutkan demikian, Bahwa 70 % Kampus dan Universitas masih di dominasi oleh keguruan.

Begitu hebatnya negeri ini, menciptakan lulusan guru yang terhitung sangat banyak setiap tahunnya. Ironisnya, sampai saat ini tampungan lembaga pendidikan untuk mereka yang lulus belum memadai. Tetapi sampai sejauh ini masih dianggap wajar, karena tergantung mereka juga, bisa bersaing atau tidak untuk dapat eksis di dunia pendidikan. Kalau sudah seperti ini, dalil guru agama menjadi trend topik, bahwa “Khoiri wa Syarrihi minAllah”, yang pada akhirnya di tutup dengan “Ala bi dzikrillahi tatmainnul quluub”.

Guru dalam Realita
Kesejahteraan guru dewasa ini benar-benar sudah dirasakan oleh sebagian besar guru di Indonesia, terlebih dengan adanya Sertifikasi Guru dan tunjangan-tunjangan guru lainnya. Meskipun pada kenyataannya masih ada sebagian kecil guru yang belum merasakan, karena syarat rukunnya belum terpenuhi. Namun hal ini, dikatakan sebagai “teguran” bagi mereka yang belum, untuk merubah diri menjadi “Guru Profesional”. Ini belum membicarakan tentang keadaan dan kondisi sekolah. Untuk kesejahteraan guru di sekolah yang normal (gedung dan siswanya terpenuhi), tentu tidak ada problem berat yang dihadapi. Tetapi bagi mereka yang berada di sekolah “pinggiran” akibat gempa Dapodik yang mengharuskan guru mengajar 24 jam. Dengan kondisi ini, sekolah berlomba-lomba untuk survife mencari siswa sebanyak-banyaknya, sehingga pada akhirnya banyak sekolah “pinggiran” yang sulit untuk bernafas. Benar kata Bang Haji “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”.

Guru dalam Realita
Meskipun kondisi menyebutkan demikian, kita juga tidak pantas jika hanya diam dan berpangku tangan. Usaha yang keras langkah yang tepat dan akurat sangat ditunggu untuk mencapai hasil yang signifikan. Terutama jiwa-jiwa muda yang baru keluar dari sarang pembelajarannya. Inilah saatnya kalian mengepakkan sayap untuk membawa perubahan yang lebih baik. Dengan senyum dan sapa yang hangat, kita cerdaskan putra-putri Indonesia.

Iksan Sunaryo Guru dalam Realita
Salam sapa untuk seluruh guru Indonesia, tetaplah tersenyum untuk anak didik kita, kalau bukan kita siapa lagi ???
Hidup Guru !!!!

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Kang Guru Wedarijaksa.